Dugaan Perselingkuhan Kepala Cabang Bank SMBC Bengkulu dan Teller SMBC Lubuk Linggau Mencuat
CABENEWS BENGKULU – Dugaan hubungan khusus antara Kepala Cabang Bank SMBC Bengkulu berinisial NA dengan seorang teller Bank SMBC Lubuk Linggau berinisial DI mencuat ke publik. Dugaan tersebut diketahui setelah suami DI, berinisial OK, menemukan sejumlah komunikasi antara istrinya dengan NA yang dinilai tidak lagi sebatas hubungan profesional sebagai rekan kerja.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, isu kedekatan NA dan DI sebenarnya telah berembus sejak lama, jauh sebelum diketahui secara langsung oleh OK. Keduanya diduga pertama kali berkenalan atau mulai dekat ketika menghadiri acara gathering BTPN di Jakarta, sebelum BTPN kemudian bertransformasi menjadi SMBC.
Seiring berjalannya waktu, komunikasi antara NA dan DI diduga semakin intensif. OK kemudian menemukan adanya percakapan melalui WhatsApp serta komunikasi video call antara keduanya. Dalam komunikasi tersebut, terdapat dugaan penggunaan panggilan bernada pribadi atau panggilan sayang yang menurut OK tidak lazim jika hubungan keduanya hanya sebatas rekan kerja.
“Saya sudah lama curiga. Banyak telepon masuk dan WhatsApp dari NA ke handphone istri saya. Dari situ saya mulai mempertanyakan sebenarnya hubungan mereka seperti apa,” ujar OK.
Kecurigaan OK semakin kuat ketika pada suatu hari dirinya pulang dari Palembang menuju Lubuk Linggau dan tidak menemukan DI berada di rumah.
Menurut informasi yang diterima, saat itu DI sebelumnya berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi ke Palembang. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, keberadaan DI justru diketahui berada di Bengkulu.
OK kemudian melakukan penelusuran terhadap nomor telepon yang diduga digunakan oleh DI dan NA. Dari penelusuran tersebut, keduanya diduga berada di Bengkulu dan berada di lokasi yang sama.
Informasi lain menyebutkan, DI diduga pergi ke Bengkulu dan dijemput oleh Heldianto Sonata (HS), yang sebelumnya diketahui bekerja di lingkungan SMBC dan kini telah berpindah ke Bank BTN.
Namun demikian, informasi mengenai hubungan pekerjaan antara HS dan DI maupun NA juga menjadi bagian yang dipertanyakan. Berdasarkan konfirmasi kepada pihak atasan/kantor SMBC Palembang, disebutkan tidak ditemukan adanya korelasi pekerjaan yang secara langsung mengharuskan NA dan DI melakukan perjalanan atau pertemuan tersebut di Bengkulu.
Bantahan NA
Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai dugaan hubungan khusus tersebut, NA membantah adanya hubungan di luar hubungan profesional dengan DI.
NA menyatakan bahwa dirinya dan DI hanya sebatas rekan kerja. Menurutnya, komunikasi melalui telepon maupun WhatsApp dilakukan berkaitan dengan pekerjaan karena keduanya berada dalam satu divisi.
NA juga membantah jika komunikasi tersebut diartikan sebagai hubungan perselingkuhan.
“Saya dengan DI ini hanya sebatas profesional kerja saja. Komunikaai kami hanya membahas pekerjaan tidak lebih. Jika komunikasi itu yang membuat kami dituduh berselingkuh ya saya minta maaf kepada saudara OK,” ujar NA.
Di sisi lain, berdasarkan informasi dari istri NA, disebutkan bahwa NA telah mengakui adanya komunikasi melalui chat WhatsApp dan video call (VC) dengan DI, termasuk penggunaan panggilan “sayang”. Namun, menurut keterangan tersebut, komunikasi itu tidak lebih dari sekadar komunikasi pribadi antara keduanya.
“Suami ayuk sudah cerito dan ngaku ke ayuk bahwa mereka tu hanya sebatas rekan kerja dan saling chat tidak lebih. Hubungan sekedar chat dan VC manggil2 sayang udem. Tidak hubungan yg lebih jauh yg merugikan 2 pihak. Ini saran dr ayuk, ki secara pribadi kita damai aja dgn keadaan ini sudah terjadi klo ayuk punyo anak2 special yg perlu perhatian lebih. Ayuk doakan yg terbaik ki, alangkah baiknya Ok damai dgn istri coba lagi menata rumah tangga perbaiki kalo ada yg salah atw kurang dr diri kita masing2.” bunyi pesan Whatsapp istri NA kepada OK.
Isu Telah Lama Berembus
Dugaan kedekatan NA dan DI disebut bukan merupakan isu yang baru muncul. Informasi yang diterima menyebutkan, isu tersebut telah berembus cukup lama di masing-masing kantir trmpat NA dan DI bekerja, sebelum akhirnya diketahui oleh OK.
OK selaku suami DI kemudian berusaha mencari tahu kebenaran informasi tersebut setelah menemukan sejumlah komunikasi yang dinilai mencurigakan. Penelusuran terhadap keberadaan kedua nomor telepon tersebut kemudian semakin memperkuat kecurigaannya karena keduanya diduga berada di Bengkulu pada waktu yang sama.
Pihak NA sendiri telah memberikan klarifikasi bahwa hubungan dengan DI hanya sebatas hubungan profesional sebagai rekan kerja.
Catatan: Redaksi masih membuka ruang hak jawab bagi NA, DI, OK, pihak Bank SMBC, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi atau bantahan atas informasi yang disampaikan.(**)
