PNPS Kapal Tundo Bengkulu, Galang Dana Untuk Korban Banjir Bandang Dan Lonsor Sumbar
BENGKULU- Persatuan Nelayan Pesisir Selatan (PNPS) Kapal Tundo Bengkulu, menggelar pengumpulan donasi untuk korban bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, Khususnya di Pesisir Selatan. Donasi ini bentuk kepedulian terhadap kampung halaman mereka di Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana banjir bandang hingga longsor.
Koordinator aksi sekaligus Humas PNPS Kapal Tundo Bengkulu, Alex Sikumbang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan dari para Nelayan yang berasal dari Pesisir Selatan Sumatera Barat yang melaut dan menjadi nelayan di Bengkulu.
“Kita putra daerah Pesisir Selatan Sumatera Barat yang tergabung dalam organisasi PNPS Kapal Tundo Bengkulu ini, ingin membantu meringankan beban sanak saudara kami yang ada dikampung yang terdampak musibah bencana alam,” ujar Alex kepada cariberitanews.com, minggu (30/11).
Diketahui untuk donasi yang akan dijalankan oleh PNPS ini akan menyasar beberapa tempat di Tempat Pelelangan Ikan Pulau Baii, dan ke beberapa bos kapal, dan agen kapal di TPI Pulau Baii Bengkulu. Penggalangan dana yang dilakukan oleh PNPS ini diharapkan bisa membangun simpati masyarakat luas, terkhusus masyarakat Sumatera Barat yang ada di Bengkulu.
“Kami ingin membangun kesadaran untuk sanak saudara kami perantau di Bengkulu ini ikut simpati, bisa ikut sadar akan bencana yang sedang menimpa keluarga dan sanak saudara kita di Ranah Minang. Tidak menutup kemungkinan donasi ini akan kami terima juga dari masyarakat Bengkulu yang ingin menyalurkan rezekinya untuk Provinsi tetangga yang terkena musibah,” imbuh Alex.
Dijelaskan Alex, untuk donasi atau sumbangan yang akan dikumpulkan boleh berupa Uang Tunai, Sembako, dan baju layak pakai serta barang lainnya yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana alam di Sumbar.
“Bagi masyarakat yang ingin menyumbang dapat menghubungi Bendahara kami, via wa di 085265467727,atau dapat menyerahkan langsung ke Sekretariat PNPS Bengkulu di Kampung Bahari Kecamatan Kampung Melayu kota Bengkulu,” demikian Alex. (**)
