Uncategorized

Nelayan Ipuh dan SPBU Ipuh Sepakat Aturan Pengisian BBM, Pelayanan Khusus Malam Hari untuk Nelayan

MUKOMUKO, CABENEWS – Permasalahan yang selama ini dikeluhkan para nelayan di Kecamatan Ipuh terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan melaut akhirnya menemukan titik terang. Kesepakatan antara perwakilan nelayan dan manajemen SPBU Ipuh berhasil dicapai melalui pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh salah satu pemuda Ipuh, Riko Putra, S.Ip, SH, MH, yang mempertemukan perwakilan nelayan dengan pihak manajemen SPBU guna mencari solusi terbaik agar kebutuhan BBM nelayan tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.

Dari pihak manajemen SPBU hadir langsung Manager Reopan, Pengawas Roby, dan Efendi. Sementara dari unsur nelayan hadir Ketua Nelayan Pasar Ipuh Saradi, Ketua Nelayan Pasar Baru Ujang, serta sejumlah nelayan dari Desa Tanjung Harapan, Pulau Baru, Pulau Makmur, dan Desa Air Buluh.

Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa poin penting. Pihak SPBU Ipuh menyatakan siap menyediakan stok BBM khusus untuk kebutuhan nelayan dan memberikan pelayanan pengisian BBM pada malam hari agar tidak mengganggu pelayanan umum serta memudahkan nelayan yang akan berangkat melaut.

Namun demikian, pelayanan tersebut tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Nelayan yang akan melakukan pengisian BBM wajib menunjukkan barcode resmi yang diterbitkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Selain itu, jeriken maupun tangki yang digunakan untuk pengisian harus terdapat oli sebagai penanda bahwa BBM tersebut benar-benar digunakan untuk operasional kapal nelayan. Apabila kedua persyaratan tersebut tidak dipenuhi, maka pihak SPBU menegaskan pengisian BBM tidak akan dilayani.

“Kita siap membantu para nelayan agar tidak sulit memperoleh BBM untuk melaut. Akan tetapi biar tidak menyalahkan aturan kita tetap berpatokan dengan syarat dari pemerintah untuk menunjukan barcode BBM nelayan. Selain itu kita akan berpatokan dengan hasil pertemuan ini,” ujar Reopan selaku Manager SPBU Ipuh.

Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh ketua nelayan di Kecamatan Ipuh juga berjanji akan menyerahkan data anggota nelayan masing-masing kepada pihak SPBU. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hanya nelayan yang benar-benar terdaftar yang memperoleh pelayanan BBM bersubsidi, sekaligus mencegah adanya oknum yang mengaku sebagai nelayan demi mendapatkan BBM secara tidak semestinya.

“Kita akan menyerahkan data anggota nelayan dari masing-masing ketua Nelayan kepihak SPBU. Hal ini agar memudahkan pihak SPBU mengetahui bahwa yang mengisi BBM adalah benar Nelayan. Selain itu juga kami bersedia tangki atau jeriken ketika mengisi BBM diberi Oli dahulu, agar BBM yang diperoleh benar diperuntukan untuk mesin perahu” ujar Ujang ketua Nelayan Pasar Baru.

Riko Putra menyampaikan apresiasi kepada kedua belah pihak yang telah mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Menurutnya, kesepakatan ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi nelayan dalam memperoleh BBM sekaligus membantu pihak SPBU menjalankan penyaluran BBM sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Kita bersyukur akhirnya satu permasalahan nelayan terpecahkan melalui kesepakatan ini. Saya berharap ada semacam kesepakatan bersama yang tertuang dalam selembar kertas yang dintanda tangani bersama oleh seluruh ketua Nelayan bersama manajemen SPBU. Agar dikemudian hari tidak ada pihak yang melanggar kesepakatan pertemuan ini” imbuh Riko.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, diharapkan aktivitas melaut para nelayan di Kecamatan Ipuh dapat kembali berjalan lancar serta tercipta hubungan yang baik antara nelayan dan pihak SPBU dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir.(Boss)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *